badge

SAJAK

Burpuisi itu ibarat menyelam dan terkagum-kagum dengan pemandangan di bawah laut. Dengan kata-kata dalam puisi kita menyelami jiwa dan menemukan satu hal baru yang membuat diri penuh kekaguman.

Sebagian lalu dituliskan dan dibacakan sehingga orang lain pun ikut menyelam. Tergantung seberapa dalam menyelami sebuah puisi, sedalam itu juga penghayatannya ketika sang puisi diekspresikan.

Ekspresi rasa selalu bisa muncul dari dalam jiwa, berekspresi melalui segala macam bentuk tindak-tanduk manusia. Rasa terburuk berekspresi dalam perang dan perusakan. Ekspresi paling lembut berekspresi dalam kesenian.

Inilah puisi.
Bahkan, setiap detik kehidupan bisa menjadi puisi. Dimana berpuisi telah menjadi proses untuk merenungi diri dan merenungi hidup. Puisi menjadi nafas makna bagi kehidupan yang dimiliki seseorang, sepahit apapun.

Puisi tidak lalu menjadi milik sekelompok orang atau milik kepentingan. Puisi pada akhirnya milik jiwa, jiwa yang tenang dan menenangkan. Puisi menjadi bebas sebebas elang. Menjelajahi angkasa jiwa dan memandang tajam ke dalam sanubari.

Lelaki yang berpuisi adalah penerjemahan jiwa milik wanita, sedangkan wanita yang berpuisi adalah jeritan yang ingin dipeluk. Mereka lalu sama-sama menikmati setiap kata masing-masing yang tak perlu kitab penafsiran.

Sesudah itu puisi tidak mati, dia tersimpan bersama sejarah dan kenangan. Untuk diceritakan dan untuk disampaikan.

Begitulah sedikitnya renungan saya tentang berpuisi. Berikut di bawah ini sebagian sajak puisi saya yang lahir disaat blogging dan menikmati hidup. Sebagian tercecer dan belum tersalin ke blog ini. Segera insyaallah...

Selamat menikmati dan menafsirkan arti, boi.

1.  Putri Bintang Dermaga Daghana

3.  Salaam Indonesia!

4.  Manusia Tuhan tanpa Sadar

5.  Yang Mengukir Jasa

6.  Aku Mengoceh

7. Hujan Yang Berbeda

8. Percayakan Pada Kesabaran

9. Senja itu menyapa ...

10. Diam

11. Petualang Sajadah


12. Si Ibu dan Keluarganya

13. Menyimpan Hati

14. Astronot dan Istrinya


15. Permainan Untukmu

16. Entahlah ...


Sajak lainnya ada di blog tumblr ini Halama Haris. Beberapa akan bertambah lagi di sini, semoga saja inspirasi datang tak diundang. Seperti mantra itu...

Hai boi, terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. Silahkan berkomentar dan meninggalkan kesan menyenangkan. Mari ngobrol asyik tentang apapun di blog nyantai ini. Semoga berkenan ya boi. Salaam #GoBlog ^_^


Terima Kasih

Halama Haris