badge

Selasa, 04 September 2012

Lilin dan Cerita di Dalam Gelap

Bertahan di Lombok untuk beberapa waktu adalah pilihan saya setelah balik dari Pare. Bukan hanya karena mudik lebaran, tapi juga karena beberapa hal yang harus dirapatkan dengan orang tua (cyeeee rapat!). Begitulah kawan, memperjelas rencana masa depan itu perlu. Apa lagi dengan melibatkan seluruh anggota keluarga, supaya restu ridho-Nya jadi lengkap. Ya ya ya...pada akhirnya kita semua akan punya pilihan hidup. Melanjutkannya dengan kompas pribadi di tangan kita.

Begitulah yang terlintas dalam sekilas pikiran di malam ini. Tapi bukan berceloteh tentang itu tulisan ini diuat. Karena hanya sekedar ingin mengatakan kalau : ternyata gelap juga bisa menjadi cerita yang hangat. Adik kecilku Najwa tidur lelap, selanjutnya hanya tinggal kami berempat yang menyulam keakraban. Aku, Ibuku, Ayahku, dan lilin itu.

Lilin tak hanya menerangi ketika listrik padam, tapi juga menerangi hati yang rindu berkumpul seperti ini. Kapan deh dapat nuansa seperti ini lagi barena semuanya, bareng adik ke-2 dan ke-3....

Hai boi, terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. Silahkan berkomentar dan meninggalkan kesan menyenangkan. Mari ngobrol asyik tentang apapun di blog nyantai ini. Semoga berkenan ya boi. Salaam #GoBlog ^_^


Terima Kasih

Halama Haris