badge

Jumat, 14 April 2017

Jalan untuk menemukan diri Mas Ardian Syaf!

Salaam boi...
Salaam dari sudut saturnus!

Tahun 2017 tahun panas boi walau hujan banjir melanda negeri tapi tensi perpolitikan malah tetap membuat suhunya tetap gerah, panas, walau tidak pakai kipas-kipas.

Persis seperti apa yang terjadi minggu lalu di dunia komik Indonesia yang kena imbas gerah-gerahan. Sebuah berita heboh yang dalam semalam sukses viral dan sampai sekarang bikin gonjang-ganjing industri kreatif negeri ini. Kurang hebat apa coba, sudah panas pakai gonjang-ganjing pula!

Berita ini tentang seorang penciler dari Tulungagung yang karyanya sudah mendunia dan diakui 2 perusahaan komik internasional (DC & Marvel), boi. Sebuah teguran dilayangkan padanya hanya karena sebuah subliminal messages di dalam komik X-Man terbaru ini :


(Baca juga : Profil Ardian Syaf, penciler Tulungagung menembus raksasa komik )

Pada halaman komik marvel tersebut Mas Aan menyisipkan sebuah angka 212 di sebuah gedung dan QS-5;51 pada t-shirt yang dikenakan oleh Colossus, juga di beberapa tshirt dan topi dalam figuran panel komik. Di halaman lain pun sepertinya ada boi, wah wah wah.


“QS 5:51” dan “212”  memang sebuah angka yang memoriable di Indonesia. Sebagaimana yang kita tahu, dua hal ini berkaitan dengan sebuah moment dan kasus kontroversi Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang saat ini menjadi terdakwa penistaan agama.

Pengutipan Qur'an Surat Al Maidah (5): ayat 51 [QS 5:51] oleh Pak Ahok dan tanggal 2 bulan 12 (212) sebagai moment aksi damai terbesar di dunia, dimana merupakan sikap umat Islam terhadap kasus tersebut, boi. Hal ini kemudian heboh dan viral ketika salah satu netizen yang tampak berdomisi Jakarta (TKP yang masih hot sampai sekarang) membuat sebuah surat terbuka pada Marvel #JengJeeeeeeng

Lalu publik pun bereaksi, berkomen ria seperti emak-emak nonton sinetron boly boly Lonceng Cinta atau Mohabbatain atau abah-abah ngomentari bola dan gulat MMA. Beberapa profesional artist pun turut bercuit dalam kasus ini yang sangat menyayangkan terhadap tindakan Batman dari Tulungagung ini (julukan mas Aan waktu dulu masih di DC nih).

Marvel sebagai raksasa publishing komik superhero pun memberi tindakan tegas dalam hal ini. Sebuah keputusan diambil berupa pembatalan kontrak Mas Ardian Syaf untuk proyek komik-komik Marvel. Pengumuman lengkapnya seperti yang dikutip dari CBR ini, Boi...

“Marvel has terminated Ardian Syaf’s contract effective immediately. ‘X-Men Gold’ #2 and #3 featuring his work have already been sent to the printer and will continue to ship bi-weekly. Issues #4, #5, and #6 will be drawn by R. B. Silva and issues #7, #8, and #9 will be drawn by Ken Lashley. A permanent replacement artist will be assigned to ‘X-Men Gold’ in the coming weeks.”

Okey, ini menunjukkan kalau Marvel sudah mengeluarkan keputusannya sehingga Mas Aan harus menerima konsekuensi ini. Namun karyanya tetap akan terbit untuk X-Men Gold edisi #2 dan #3 karena karya Mas Ardian Syaf tersebut sudah naik cetak oleh penerbit.

Kontroversi yang telah mendapatkan sikap oleh Marvel ini kemudian juga ditanggapi oleh Mas Ardian Syaf dengan lapang dada, Mas Ardian Syaf juga telah menjelaskan alasannya menggambar simbol-simbol tersebut dalam komik X Men gold ini. Sebuah semangat membela keyakinannya dan mengabadikan moment dalam hidupnya.

Bagi penggemar komik amrik terutama dari DC Comics, simbol-simbol yang terkait dengan peristiwa di Indonesia sebenarnya bukan hal baru, ya kan Boi. Bahkan simbol-simbol lainnya berupa keyakinan dan filosofi ideologi pun sarat muncul di komik amrik.

Seperti yang kita tahu boi, Mas Aan sebelumnya juga memasukkan simbol terkait peristiwa di Tanah Air dalam karyanya seperti Batgirl dan Green Lantern. Rasanya sebuah kecerdasan dan keberanian dari seorang Mas Ardian Syaf untuk melakukan ini, cuma naasnya ini menjadi bumerang bagi karir mas Ardian Syaf.

Nasi sudah menjadi bubur, tapi semangat tak boleh luntur!

Eng ing eeeeeeng
Begitulah, saya rasa karir mas Aan belumlah berakhir sebagai seorang penciler atau komikus. Perjalanan Mas Ardian ketika dulu menyisipkan pesan kampanye malah dipuja-puji tapi ketika mencoba menyelipkan semangat keyakinannya justru kena bully. 

Semua ada hikmahnya dan tampaknya mas Ardian Syaf sudah memilih jalannya, boi. Atau lebih tepatnya dipilihkan jalan terbaik oleh-Nya dalam menjalankan karir. Terakhir dengar, beliau mau rehat dulu dari ngomik. Saat tulisan ini dimuat akun medsos yang bersangkutan sedang off. Mari kita doakan supaya semua pihak bisa saling menerima ini tanpa melontar caci maki yang membuat salah satu pihak tersakiti.

Bagi komikus lainnya saya rasa tidaklah putus asa untuk menembus publishing luar negeri, tinggal berikhtiar terus tanpa henti dan menancapkan keyakinan bahwa nasib, rizki, dan jodoh (eaaaaaa) adalah kehendak-Nya.

Udah! Gitu saja. Selamat berkarya, boi.


Gerung-Lombok, 14 April 2017
Tuntas bersama sisa kopi siang!

Salaam boi.
H.H

Rabu, 12 April 2017

Kapan terakhir kali ngeblog, boi!?

Salaam dari sudut bintang!
(Lambai-lambai tangan)

Judulnya rada menjitak dengkul. Untuk menjawabnya buat saya lihatin aja post terakhir sebelum post ini nongol. 

Buat kamu, boi? (cumananya)
Cuma kayaknya pada rada mandek ngeblog setelah status jomblo dicabut dari takdir kamu, ya!

what!? Setelah laku gitu?

Rasa-rasanya sih gitu HA HA HA HA
Paling banter ya intensitasnya menurun.

Kok bisa gitu bang?
Entar setelah kejombloan itu sirna kamu akan tahu, boi!
(#puk #puk #puk)